Thursday, March 17, 2016

Explorer Punya Cerita : Episode Jalan-Jalan ke Solo Ndee (Keraton Solo)


Menghabiskan waktu di Solo emang enggak ada habisnya. Jadi selama gue berada di Solo beberapa hari kemarin, gue enggak lupa jalan-jalan mengunjungi objek wisata di Solo. Ya meskipun gue udah hidup di Solo selama 4 tahun, tapi tetep aja enggak bosen-bosen mengunjungi objek wisata di sana.

Sebenarnya enggak banyak objek wisata di Solo. Mungkin objek wisata di Solo masih bisa dihitung pake jari (*ya iyalah masa dihitung pake hati, eaa). Objek wisata di Solo cuman keraton Kasunanan dan Mangkunegaran. Terus ada Museum tertua di Indonesia, Museum Radyapustaka. Kemudian ada taman Sriwedari dan Taman Jurug. Mungkin untuk objek wisata cuman itu aja, selebihnya ada PGS dan pasar Klewer buat kalian yang hobi belanja murah. 


Pada postingan kali ini, gue akan mengajak kalian jalan-jalan mengunjungi Keraton Surakarta.  Sebenarnya gue ingin mengexplore semua objek wisata di Solo. Tapi sayang, waktu gue di Solo kemarin cukup terbatas. Ditambah lagi, kemarin gue ingin explore di Museum Radyapustaka. Tapi sayangnya kemarin museumnya pas libur, ya udah cuman bisa explore Keraton Solo. Tapi dipostingan gue sebelumnya, pernah  membahas objek wisata di Solo, khususnya Museum Radyapustaka.

Baca juga : Museum Radyapustaka

Oke… cukup membayar tiket 10 ribu, kalian udah bisa menikmati spot dan museum di dalam keraton Solo. Gue sangat terkesan dengan barang-barang peninggalan di keraton Solo. Menurut gue, museum di keraton Solo lebih lengkap jika dibandingkan dengan keraton Jogja. Menurut gue, lebih banyak spot yang bisa dinikmati di Keraton Solo. FYI, Keraton Jogja dan Solo dulunya itu satu, yaitu Mataram. Tapi karena perjanjian Giiyanti, maka mataram terpecah menjadi 2, Solo dan Jogja. Dan enggak lama kemudian, kerajaan tadi pecah lagi menjadi 4, yaitu Mangkunegaran untuk Solo dan Paku Alaman untuk di Jogja. Pasti kalian juga udah tahu karena materi ini udah disampaikan saat pelajaran sejarah di sekolah. 

baca juga : Keraton Solo

 
Di dalam Keraton, kalian akan disajikan barang-barang peninggalan nenek moyang seperti keris, pistol, senjata kuno. Kita juga akan disuguhi kereta kuda keraton. Setelah mengunjungi museum, kita akan masuk ke sekitar siti Hinggil keraton. Saat masuk ke komplek siti hinggil, kita harus melepas sandal, bagi yang memakai sandal. Jika memakai sepatu sandal atau sepatu, boleh dipakai. Didalam sini, kita akan disuguhi menara Keraton yang menjadi icon kota Solo. Kompleks yang dihiasi pohon sawo kecik membuat suasana panas Solo menjadi sumilir. Pokoknya adhem lah. Di spot ini, biasanya dijadikan tempat foto-foto karena menurut gue, spot di sini cantik abis.


Oke… daripada kelamaan, ikuti jalan-jalan gue kemarin di VLOG.



Gimana? Udah punya keinginan untuk maen ke Solo? Wisata enggak harus ke Mall. Wisata ke objek wisata malah lebih menyenangkan. Selain dapet ilmu pengetahuan, kita jadi tahu kalau Indonesia itu kaya akan budaya. Oke… mungkin ini dulu postingan gue hari ini. Makasih udah baca tulisan gue dan menonton VLOG gue. Gue mohon maaf kalau ada kata kata yang enggak berkenan. Tunggu tulisan gue selanjutnya gens… Sayonara…

2 comments:

Hargailah penulis dengan meninggalkan jejak. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. No SARA. Jangan komentar sesat karena Blog ini juga dibaca anak-anak dan umum. arigatou