Wisuda (lagi)


Namun kini telah menghilang
Bagaikan ditelan bumi…
(Ari Lasso-Hampa)


Sepanggal lagu lawas yang menggambarkan keadaan gue gara-gara menghilang dari dunia per-blog-an. Gue udah lama banget enggak update tulisan, udah lama enggak bikin konten youtube. Gue lebih banyak menghabiskan waktu di kampus dan di jalan buat motret. Alhamdulilah, setelah berbulan-bulan, hati gue mulai tergerak buat nulis lagi.



Beberapa waktu lalu setelah berjuang selama dua tahun, akhirnya tiba saatnya gue wisuda. Gue sempet enggak menyangka kalau gue bisa lulus dari UGM tepat waktu. Jujur aja, gue ini bukan mahasiswa yang pinter. Apalagi disiplin ilmu yang gue ambil sedikit melenceng dari linear. FYI, pendidikan sarjana gue adalah pendidikan, FKIP, calon guru. Sedangkan gue mengambil magister jurusan murni. Ya meskipun sama-sama kimia, tapi beban kuliah lebih berat.


Alhamdulillah berkat usaha dan doa dari berbagai pihak termasuk kedua orang tua gue, akhirnya gue lulus. Hari Rabu tanggal 24 Oktober 2018 kemarin, gue secara resmi menjadi alumni UGM atau orang-orang UGM menyebutnya KAGAMA. Rasanya baru kemarin gue wisuda di UNS, Solo, eh sekarang udah wisuda di UGM aja. Gue masih inget, gue wisuda dua tahun lalu di bulan Desember 2015. Emang bener kata orang-orang, waktu itu berputar cepet seperti duit.


Pasti kalian bertanya, kenapa gue wisuda di hari Rabu. Biasanya kampus-kampus lain wisuda dihari Sabtu. Gue aja juga kaget. Baru pertama kali ini ada kampus yang wisuda di hari kerja. Mungkin UGM menganut paham anti wisuda di hari libur. Menurut gue ada beberapa hal yang berbeda dari wisuda UGM seperti jumlah undangan yang boleh masuk ke acara wisuda dan IPK wisudawan.


Jika dulu di UNS hanya satu orang tamu undangan aja yang boleh masuk, di UGM diperbolehkan dua orang. Ya mungkin karena alasan tempat juga. Mengingat Gedung Auditorium UGM itu cukup besar dan luas jika dibandingkan dengan UNS jadi wajar. Yang kedua adalah dari nilai IPK para wisudawan. Jika dulu di UNS mahasisa dengan IPK 4 baru satu orang, di UGM kemarin bertebaran wisudawan dengan IPK 4. Yang paling bikin gue mangap-mangap adalah mereka yang mendapatkan nilai 4,0 berasal dari Teknik seperti teknik elektro, dan teknik Sipil. Baik wisudawan doktor maupun master yang mendapat ipk 4 enggak cuman satu dua orang aja. Kemarin lebih dari 5 orang.






Alhamdulilah, welcome to real life. Kini tinggal nyari kerjaan, dan ngumpulin modal. Terimakasih buat semua pihak yang telah membantu. Gue juga enggak lupa mengucapkan thanks buat pembimbing gue yang udah membantu gue meskipun sibuk dan susah ditemuin. Buat temen-temen yang sedang berjuang dengan tugas akhir, silakan tetep berjuang. Jangan pernah putus asa karena kalian udah berjalan terlalu jauh. Sayangkan kalau udah jauh melangkah, tiba-tiba berhenti di tengah jalan karena sandungan kecil aja. Gue doakan semoga kalian yang sedang berjuang semoga sukses dan lancar. Jika kalian ingin sharing tentang dunia sekolah, kuliah, maupun asmara bisa kontak gue.
Ke wisuda naek GOJEK biar greget

Mungkin cukup ini aja tulisan dari gue. Gue lagi males mau nulis banyak-banyak. Thanks udah mau baca, sampe jumpa ditulisan gue yang lain. BYE!

Wisuda (lagi)