Wednesday, October 25, 2017

Bermain Google Adsense (Lagi)


Google adsense
Apa yang terlintas pertama kali setelah mendengar kata google adsense? Yap bener banget, yang terlintas di benak kita adalah iklan, blog, duit. 
Jika mendengar kata google adsense, gue jadi inget jaman SMA guel. Jaman ketika gue masih punya pacar dan enggak jomblo. Bukann!!! Gue jadi inget jaman SMA dulu gue sering  banget bermain google adsense. Gue terlalu berambisi bermain adsense. 

Jaman SMA dulu, gue mainan adsense lewa blog. Gue rajin banget banget bikin akun blog-blog baru dan mendaftarkan blog gue tadi ke layanan google adsense. Jaman dulu, untuk mendaftar google adsense sangat mudah. Begu daftar, jangka waktu approve nya enggak lama. Dan yang pasti, bayaran google adsense waktu itu masih pake dolar. 


Dulu karena terlalu bersemnagat dan berambisi, gue selalu memakai cara curang agar penghasilan gue semakin banyak. Gue selalu mengklik iklan yang ada dan bahkan gue sering banget nyuruh teman-teman untuk mengklik iklan yang muncul. 
Namun, sayang opo kowe ngerti, eh bukan. Yang namanya kecurangan pasti enggak berkah, begitu ula dengan cara yang gue pake. Akhrinya karena trafik blog gue enggak stabil, akhirnya gue ketahuan oleh pihak google dan gue di banned permanen. Waktu itu gue udah dapet 90 dolar, dan sebentar lagi panen. Semenjak gue dibanned, gue berusaha bikin akun adsense lagi, tapi sayang gue gagal dan gagal terus. Ada banyak hal yang telah berubah, persyaratan adsense semakin ketat, bahkan semakin sulit. Akhirnya guepun males mainan adsense dan lebih memilih fokus ngisi blog gue.
Lima tahun kemudian, gue beralih dari blog menuju audiovisual youtube. Kenapa gue berhijrah ke youtube karena menurut gue, blog udah mulai sepi pembaca. Hanya orang-orang yang nyasar aja dan butuh info yang mau baca blog. Gue juga mengamati para inspirator blogger gue yang juga pada beralih ke youtube. Selain itu, kalau gue baca blog mereka, rata-rata sepi akan komentar. Hal ini menunjukan jika minat baca orang Indonesia itu masih rendah dan mereka lebih suka melihat youtube daripada membaca blog.
Tahun 2016, guepun memulai menjadi youtuber amatir. Guepun iseng-iseng mendaftarkan akun youtube gue ke google adsense. Dan benar, mendaftar google adsense lewat youtube lebih mudah jika dibandingkan dengan blog. Akun adsense yang gue ajukan disetujui.
Hingga sampe saat ini, google adsense di youtube masih aktif. Tapi, beberapa bulan yang lalu, gue mengalamai insiden nista, dimana akun adsense gue di banned sementara gara-gara gue enggak sengaja ngeklik iklan yang muncul di youtube. Lha waktu itu gue masih awam, gue enggak tahu cara membalas komentar di yotube secara langsung. Jadi, yang gue lakuin ya membalas komentar dengan cara menampilkan video. 

Selama sebulan, iklan di youtube enggak mau keluar. Gue cuman bisa sabar hingga 1 bulan. Setelah satu bulan, akun adsense gue udah kembali normal lagi. Hingga kemarin gue dapet pemberitahuan di akun adsense gue jika gue harus memasukan situs web yang dimiliki untuk didaftarkan adsense. Guepun mendafar dan dalam waktu 1x 24 jam, gue dapet email yang enggak terduga. Permintaan google adsense gue di setujui dan akhirnya di blog gue bisa muncul iklan lagi.


Yap, mungkin cukup ini aja postingan dari gue. Semoga pengalaman gue ini bisa jadi semangat kalian buat bermain google adsense. Makasih udah mau mampir, jangan lupa tinggalkan komentar ya.

1 comment:

  1. "...blog udah mulai sepi pembaca. Hanya orang-orang yang nyasar aja dan butuh info yang mau baca blog. Gue juga mengamati para inspirator blogger gue yang juga pada beralih ke youtube. Selain itu, kalau gue baca blog mereka, rata-rata sepi akan komentar. Hal ini menunjukan jika minat baca orang Indonesia itu masih rendah dan mereka lebih suka melihat youtube daripada membaca blog...."


    Tak sanggah nggih mas, kalo salah mohon dikoreksi.

    1. Blog ndak sepi pembaca kok. Kalo blognya sepi, itu berarti harus tau channel dimana traffic/pengunjung itu berasal.
    2. Orang yang buka blog bukan orang yang nyasar. Tapi mereka yang mencari dan membutuhkan informasi. Kalo masih bingung caranya, konten yang disajikan harus targeted to specific audience. Kalo keyword acquisition masih nggrambyang ndak jelas, berarti ada yang salah.
    3. Blog sepi akan komentar tidak memiliki korelasi dengan minat baca orang Indonesia yang rendah. Lha memangnya yang baca pasti komentar? Ndak kan.

    Matursuwun.

    ReplyDelete

Hargailah penulis dengan meninggalkan jejak. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. No SARA. Jangan komentar sesat karena Blog ini juga dibaca anak-anak dan umum. arigatou