Wednesday, August 9, 2017

Pengembangan Wisata Borobudur dan Sekitarnya di Masa Depan


Kabut tipis perlahan naik menutupi bangunan megah yang tersusun dari batu. Udara dingin pun ikut menemani sunyinya pagi hari di kota yang terkenal dengan slogan gemilang. Matahari perlahan-lahan naik sambil mewarnai langit menjadi kuning. Tiba-tiba motor matik yang gue kendarai berhenti di tepi jalan yang masih sepi. terlihat jam di tangan masih menunjukan angka 6. Gue lihat di sekeliling, masih tampak seperti dulu. Pagar dari besi yang bewarna hijau yang tidak lain pernah gue lihat di candi Prambanan. Kios-kios penjual yang mulai ramai didatangi empunya menambah hangatnya pagi ini.  Semakin lama, banyak orang-orang yang mulai keluar masuk melewati portal yang bertuliskan “Selamat Datang di Candi Borobudur”.


Sejak jaman kecil sampai sekarang, tidak ada perubahan yang mencolok disekitar objek wisata candi terbesar di Asia ini. Pasar yang tidak tertata rapi, kondisi yang sangat gersang di siang hari, dan keadaan masyarakat sekitar yang masih sama. Hal ini terlihat dari bentuk bangunan di sekitar candi yang masih sama saja. Selain itu akses menuju candi yang tidak berubah sejak dulu menunjukan belum adana perubahan di bidang transportasi.


Memang sampai saat ini Candi Borobudur selalu ramai dikunjungi wisatawan baik domestik maupun manca negara. Tapi, harapannya perlu adanya perubahan dan perbaikan candi Borobudur maupun masyarakat di sekitar candi dimasa yang akan datang. Sebagai warga yang ber-KTP Borobudur, gue mempunyai beberapa konsep usulan pengembangan wisata candi Borobudur dan sekitarnya.

         Penghijauan di Sekitar Candi

Usulan yang pertama adalah membuat sekeliling candi Borobudur menjadi hijau. Mengingat keadaan di sekeliling candi induk Borobudur sangat gersang dan tandus. Terlebih lagi saat siang hari, kondisi candi sangat panas. Oleh karena itu, gue mengusulkan penanaman pohon-pohon yang besar di atas candi Borobudur. Selain membantu mengurangi global warming dengan penanaman pohon, hal ini juga akan membuat sekeliling candi induk Borobudur menjadi terlihat lebih hijau. Bahkan jika mau, perlu ditanami berbagai macam tanaman khas nusantara sehingga pengunjung juga dapat belajar mengenai nama-nama ilmiah tanaman.

      Pemberian Satwa di Candi

Usulan yang selanjutnya adalah dengan pemberian hewan-hewan di sekitar candi. Hewan yang bisa diusung adalah kijang, atau burung-burung liar. Hewan-hewan ini dilepas secara bebas di candi Borobudur. Harapannya mengingat candi Borobudur adalah candi yang berada di atas bukit dan hutan, dipercaya pada masa lalu banyak sekali hewan-hewan yang berkeliaran di sekitar candi. Pemberian satwa di candi Borobudur juga bisa dijadikan konsep hubunngan keseimbangan antara manusia, hewan dan tumbuhan yang dapat hidup berdampingan.

    Pedagang Kuliner Nusantara
Usulan selanjutnya adalah membuat penjual jajanan di komplek candi untuk menjual makanan-makanan dari nusantara. Jadi tidak cuman makanan bakso dan mie ayam saja yang dijual di candi Borobudur. Para pedangan mungkin bisa menjual empek-empek, coto Makasar, Ketoprak, Gudeg, dan sebagainya. Jadi kalau bisa antara pedagang satu dan yang lain tidak sama dalam hal makanan yang akan dijual. Manfaat dari variasi kuliner nusantara ini adalah dapat mengenalkan makanan-makanan khas Indonesia bagi wisatawan domestik maupun manca negara. Dari pihak candi Borobudur dan pemerintah juga harus membantu menfasilitasi para pedagang.

    Panggung Kesenian
Untuk menarik wisatawan, perlu diadakan panggung pertunjukan kesenian. Kesenian bisa berupa kesenian daerah sekitar Magelang, atau bisa menampilkan kesenian khas Nusantara. Contohnya dengan menampilkan kesenian Dayakan, atau bisa menampilan tarian Saman. Selain menarik wisatawan, kesenian ini juga dapat memberi wawasan pengunjung dan untuk melestarikan akan tarian Indonesia yang sudah dilupakan. Bahkan, kesenian yang ditampilan bisa berupa pementasan wayang kulit di sekitar candi Borobudur.


      Pembangunan Miniatur Indonesia
Usulan pengembangan kawasan candi Borobudur selanjutnya adalah dengan pembangunan miniatur Indonesia di komplek candi Borobudur. Rumah adat Indonesia bisa dibangun di komplek candi Borobudur seperti rumah adat Kalimantan, Jawa, Bali, Irian.  Harapannya dengan pembuatan miniatur ini dapat menumbuhkan lagi persatuan bangsa Indonesia yang sudah mulai renggang. Selain sebagai pemersatu, pembangunan anjungan miniatur Indonesia ini juga dapat memberikan pelajaran bagi para wisatawan jika Indonesia itu kaya akan budaya.

     Pemberdayaan Penginapan Masyarakat yang Unik

Selain mengembangkan candi, perlu juga dikembangkanya perekonomian masyarakat di sekitar candi Borobudur. Salah satunya adalah pembuatan atau homestay atau penginapan yang unik di sekitar candi Borobudur. Jadi, nantinya rumah disekitar candi Borobudur digunakan untuk penginapan. Penginapan yang dibuat harus unik, misalnya bangunan yang berbentuk stupa candi. Wisatawan atau tamu dapat tinggal bersama pemilik rumah seperti acara reality show “Jika Aku Menjadi”. Harapanya dapat terjadi interaksi sosial antara tamu dan pemilik penginapan. Hubungan yang terjadi harapannya bukan hanya tamu dan pelanggan, melainkan saudara seperti layaknya kehidupan di kampung-kampung. Pembangunan penginapan warga juga harus diimbangi dengan pelarangan pembangunan hotel megah dan eksklusif di wilayah candi Borobudur.


    Transportasi Kereta Api yang Terintegrasi

Sejak jaman dahulu, akses untuk menuju candi Borobudur hanya melalui jalur bus saja. Kalau diperhatikan kondisi bus Jogja-Borobudur sudah tidak layak. Kondisi sopir yang sering ugal-ugalan sering membuat takut wisatawan. Oleh karena itu perlu ditingkatkan atau dikembangkanya transportasi yang langsung menuju candi Borobudr. Disini kereta api lebih cocok untuk transportasi menuju candi Borobudur. Jadi nanti stasiun Borobudur dan stasiun lainya saling terintegrasi sehingga akses menuju candi Borobudur lebih gampang.

Yap, mungkin cukup ini aja tulisan dari gue, jika kalian mempunyai ide, bisa ditulis dan disampaikan di kolom komentar atau kalian juga bisa ikutan event yang ada di bawah ini.. Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba Blog Generasi Pesona Indonesia Jawa Tengah 2017 yang diselenggarakan oleh Generasi Pesona Indonesia Jawa Tengah.


(backlink do follow ke www.generasipiknik.com)
Terimakasih udah baca tulisan dari gue ini. Sampe juma dipostingan gue selanjutnya yak…

Picture source:
Kompas.com
Veekhoirunnisa.blogspot.com
Bobocantik.com
Aktual.com
Solopos.com
Jawapoem.blogspot.com

1 comment:

  1. betul banget saya setuju, sayang banget destinasi wisata internasional seperti candi borobudur di biarin kek gitu aja. Walaupun saya belum pernah keborobudur juga sih hehehehe, tapi yak kalau pelayanan wisatanya cuman gitu-gitu aja yak sayang banget dah.

    Hmm moga moga bisa terwujud dah yang paling penting itu penghijauan, wisata kuliner, panggung kesenian sama miniatur indonesia bisa di aplikasikan deh dalam waktu dekat

    ReplyDelete

Hargailah penulis dengan meninggalkan jejak. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. No SARA. Jangan komentar sesat karena Blog ini juga dibaca anak-anak dan umum. arigatou