Saturday, April 16, 2016

[Opini] Kenapa Suka Nonton Anime?


“Tong… lagi nonton apa?”
“Lagi nonton Anime DxD Bro…”
“Anime? Nonton kartun terus, udah mahasiswa nonton gambar coret terus.”
“Auk ah gelap…”
“…”

Yooo… pernah ngalamin hal di atas. Udah besar, udah jadi mahasiswa tapi masing sering nonton anime. Bahkan tiap minggu enggak pernah lupa update anime. Kalau pernah, berarti kita sama. *tosh*


Sampe sekarang gue masih suka banget menonton anime. Ya jujur aja, mungkin udah lebih dari 50 judul anime yang gue lihat. Sampe sekarang gue masih suka nonton anime karena gue termasuk generasi 90-an. Gue lahir dan tumbuh di era saat film anime masih diputer di TV Indonesia. Mungkin anak-anak yang seumuran gue masih pada inget tentang film Inuyasha, Slam Dunk, Kenshin, Shoot, Doraemon. Ya bisa dikatakan generasi gue merupakan generasi senior pecinta film anime.


Seiring bertambahnya tahun, film anime udah jarang banget diputer di Indonesia. Bahkan anime Naruto udah enggak tayang di TV. Bahkan yang mengejutkan lagi, serial anime Yowamushi Pedal cuman mentok sampe beberapa episode. Habis itu ilang entah kemana. 

Ya wajar aja, sebenarnya anime itu bukan tontonan untuk anak-anak. Anime diperuntukan untuk orang dewasa. Meskipun udah enggak tayang di TV, seiring perkembangan dunia internet, kita bisa mendownload dan menonton anime yang kita sukai. Apalagi sekarang fansub berbahsa Indonesia udah bertebaran di mana-mana. Beda banget dengan jaman gue kecil. Belum ada fansub, belom ada internet. Jadi mau enggak mau harus mengikuti anime di TV.

Menurut gue, sekarang anime udah banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia seperti mahasiswa dan anak SMA. Banyak teman-teman gue yang masih doyan melihat anime. Saat ada event J-fest, banyak anak-anak sekolah yang datang ke J-fest, dan enggak sedikit dari mereka yang tahu tentang tokoh anime. Hal ini menandakan kalau anime udah menjadi konsumsi pemuda dan pemudi Indonesia, yang suka anime maksudnya.

Menurut gue, anime itu seperti sinetron di Indonesia. Tapi menurut gue lebih simple dan enggak bertele-tele. Sampe saat ini gue masih menonton anime. Sebenarnya kebiasaan gue menonton anime dimulai saat awal kuliah. Waktu itu, ada temen gue yang download anime. Karena penasaran ya udah gue ngopi dan gue menonton anime. Alhasil sampe sekarang gue suka anime. Bahkan gue selalu membakar anime ke dalam DVD-R. Sampe saat ini gue udah menghabiskan 3 gepok DVD-R. Super sekali.

Oke… gue punya beberapa alasan kenapa gue lebih suka menonton anime ketimbang menonton sinetron.

  • ·         Cerita Gak Bertele-tele
Alasan yang pertama adalah alur cerita di serial anime enggak bertele-tele. Ceritanya singkat tapi mengena. Yang pasti enggak lebay seperti sinetron yang ada di Indonesia. Durasi enggak terlalu panjang, jadi enggak membuat jenuh. Biasanya durasi anime cuman 20 menit tiap episode, dan satu musim anime cuman berisi 12 episode aja. Berbeda dengan serial yang tayang saat ini, bisa mencapai ribuan episode.  Terlebih lagi serial India yang tayang di Indonesia saat ini. Entah siang, malam, pagi, isinya ya seria yang itu-itu aja. 

  • ·         Banyak Pesan Moral
Hal yang membuat gue suka anime karena dalam anime terkandung pesan-pesan moral yang bersifat membangun. Jika kalian penikmat Naruto, pasti tahu. Banyak pesan moral yang bisa kita dapatkan dari serial naruto. Dalam serial naruto mengajarkan agar kita berusaha keras untuk menggapai mimpi kita hingga diakui orang lain.


Kadang enggak cuman pesan moral aja yang ada di anime, tapi juga ada yang bersifat kritikan. Jika kalian melihat Doraemon the Movie “Nobita dan Kerajaan Awan” disana digambarkan tentang kendaraan yang ramah lingkungan. Kendaraan yang tidak menimbulkan polusi. Penggunaan panel surya sebagai sumber tenaga. Sungguh pemikiran yang udah maju. Padahal Anime tadi keluar pada tahun 80-an lho. Bagaimana bisa orang udah berfikir visioner sampe sejauh itu. 

Selain Doraemon dan “Kerajaan Awan”, masih ada serial Doraemon yang menampilkan kritik tentang pembakaran hutan, exploitasi flora dan fauna, perusakan ekosistem.

  • ·         Cerita yang Sulit Ditebak
Hal yang paling gue sukai dari anime itu karena ceritanya yang sulit ditebak. Kadang alur cerita dan ending cerita enggak sesuai dengan harapan penonton. Kalau sinetron di Indonesia pasti alurnya udah bisa ketebak. Kalau enggak happy ending, ya nikah terus hidup bahagia. Konflik di sintron Indonesia ya cuman itu-itu aja, misalnya rebutan suami, selingkuh, rebutan pacar.
Berbeda dengan anime, alur cerita sulit banget ditebak. Kadang gue belum tahu ke mana alur cerita serial anime akan dibawa.  Hal ini membuat penonton menjadi penasaran dan akhirnya mengikuti episode selanjutnya. Tanpa sadar, eh udah habis satu musim deh.

  • ·         Menambah Pengetahuan
Alasan kenapa gue suka menonton anime, karena pengetahuan gue menjadi bertambah. Kalian pasti tau kalau Jepang itu terkenal akan kemajuan IPTEK. Maka enggak sedikit anime yang menyuspkan kosa kata “pengetahuan” tadi. Selama ini, gue malah dapat banyak ilmu dari menonton anime. Ya misalnya aja sekarang gue menjadi tahu:
  •  Kenapa baju operasi warnanya hijau.
  • Luminol untuk pendeteksi bekas darah.
  • Mobil Sport Porche 
  •   Cerita Apple Emas “Yang tercantik”
  • Acounitine
penjelasan accounitine
 
Dan masih banyak lagi. Enggak sedikit anime yang mengambil latar di tempat-tempat wisata. Secara enggak langsung kita seperti dikenalkan dengan objek wisata di sana.

  • ·         Banyak Kata-kata Bijak
Alasan suka anime karena dalam anime pasti ada quote-quote yang bagus. Kadang quote tadi bisa menjadi motivasi pribadi atau bisa dibagikan ke orang-orang. Ya berikut ini beberapa contoh quotes dari anime:
“jangan pernha lari dari kenyataan, terutama dari sesuatu yang inginkau lepaskan/ lupakan” (Gintama)
“Cinta berarti memberi, memberi perhatian, memberi kasih sayang dan cinta tidak menuntut maupun mengekang.” (RAN-DC)


Ya itu aja tulisan dari gue. Semua maaf kalau ada kata yang kurag berkenan. Semuanya adalah opini pribadi aja. Semua tergantung selera masing-masing kok.  Sampe jumpa di postingan selanjutnya, bye.


pic. source: 
agungbijak.blogspot.com
1000wallpaerkeren.wordpress
 betasmind.com

2 comments:

  1. Nek menurutku cerita Conan mudah ditebak. Mesti akhirnya penjahatnya selalu ketemu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iyo sih Bang, tapi kan sing ensaran kan penalaran dalam memecahkan kasus iku

      Delete

Hargailah penulis dengan meninggalkan jejak. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. No SARA. Jangan komentar sesat karena Blog ini juga dibaca anak-anak dan umum. arigatou