Saturday, February 27, 2016

VLOG Explorer Punya Cerita: Episode Taman Pintar, Jogja


Minggu kemarin, gue sekeluarga pergi ke Jogja. Gue pergi ke Jogja nemenin bokap dan nyokap gue yang sedang menghadiri undangan pernikahan. Tapi gue cuman nunggu di mobil bersama adik gue. Kasian banget ya gue. Singkat cerita, selesai kondangan, kami sekeluarga cabut ke Toko Buku di daerah Shoping Jogja. FYI, toko buku shoping adalah surganya buku-buku murah di Jogja. Kalau kalian mahasiswa Jogja, pasti udah enggak asing dengan tempat ini. Lokasinya di samping Taman Pintar Jogja. 

Gue pergi ke Shoping membeli buku Kimia Organik. Ya meskipun gue udah kelar kuliah, tapi malah baru sekarang beli buku kimia Fessenden, hebat banget kan. Hebat gundulmu itu. Sampe di toko buku, gue langsung beli buku dan enggak butuh waktu lama, gue berhasil mendapat buku yang gue cari. Enggak afdol kalo gue langsung balik ke rumah. Muncul ide untuk jalan-jalan dulu sebelum balik. Karena lokasi Taman Pintar enggak jauh dari Toko Buku, gue ngajakin keluarga main ke Taman Pintar. Nyokap pun setuju dan kami sekeluarga ke Taman Pintar. Udah lama, gue dan keluarga enggak traveling bareng. 
Ini adalah pertama kalinya gue pergi ke Taman Pintar. Padahal, gue udah sering lewat di depan Taman Pintar. Singkat cerita, gue membeli tiket di loket. Nah… kekatrokan gue muncul. Karena baru pertama kali ke Taman Pintar, gue bingung ketika ditanya sama mbak-mbak penjual tiket.
“Mas… beli berapa tiket?”
“Ehm… empat aja mbak, enggak usah pake sambel ya.” (woy mau beli tiket apa beli bakso)
“Mau yang Planetorium atau Ruang Bundar mas?”
“Haah…”
“…”
Gue cuman bengong menatap mbak-mbak penjual Tiket.  Sumpah emang tiketnya beda ya? Baru kali ini dalam satu tempat terdapat tiket yang berbeda. 
“Ehm… yang biasanya ada fishitka, eh fisika gitu yang mana mbak?” tanya gue dengan penasaran.
“Owh… itu yang sejarah dan bangunan bundar Mas.”
“Ya udah, itu aja mbak, 4 biji ya… tiketnya.”
“…”
Selesai membeli tiket, gue sekeluarga masuk ke ruang sejarah. Di dalam ruang sejarah terdapat foto-foto raja-raja Jogja. Selain raja-raja Jogja, di ruang sejarah juga terdapat foto-foto pahlawan Nasional yang berasal dari Jogja seperti Ahmad Dahlan, Ki Hajar Dewantoro.  Bahkan di ruang sejarah terdapat foto-foto presiden Indonesia dari masa ke masa. Selain tokoh-tokoh nasional, di ruang sejarah terdapat barang-barang peninggalan Presiden SBY seperti toga, thesis, baju pramuka, bahkan gitar klasik yang dipake pak SBY untuk membuat album juga ada di Taman pintar. Di ruang Sejarah juga terdapat buku dan album yang dibuat oleh pak SBY. Sumpah, ini baru yang namanya presiden yang multitalent. Presiden yang emang berbeda dari yang presiden yang lain. Seorang militer, tapi juga bisa berpolitik. Bisa menulis buku, bisa mengeluarkan album. Sungguh kombinasi otak kanan dan kiri yang seimbang.
 *Barang barang Pak SBY
Selesai muter muter di ruang sejarah,gue lanjut ke gedung melingkar. Kami masuk dan kami langsung disuguhi oleh lorong aquarium. Gue serasa seperti sedang dibawah air. Sumpah keren banget, gue jadi inget scene Detective Conan saat Shinichi dan Ran sedang kencan di Aquarium.
 *gue lagi di bawah air (mata kenangan)
Guepun melanjutkan perjalanan menuju ruang dinosaurus dan ruang percobaan. Di sini gue dapet pelajaran berharga. Banyak sekali ilmu sains yang gue dapat seperti ilmu fisika, Biologi dan kimia. Sumpah enggak nyesel gue datang ke Taman Pintar. Alat peraga yang paling membuat gue “ngeh” adalah saat gue menggunakan generatir Vandergraff. Jika kalian pernah melihat film Mr. Bean saat Bean meletakan tangan di sebuah bola dan rambutnya  tiba-tiba terangkat, itulah yang disebut generator Van Der Graff. Di Taman Pintar, gue sendiri mencoba generator yang berhubungan dengan listrik statis. Sungguh keren banget lah.
*gue berubah jadi super Saiya

Suasana di Taman Pintar juga ramai, ramai dikunjungi anak-anak yang sedang studi tour.  Menurut gue, museum atau tempat wisata yang mengandung ilmu pengetahuan ya kudu diset seperti Taman Pintar. Seperti postingan gue sebelumnya tentang keadaan museum yang sepi akan pengunjung. Keadaan atau kemajuan bangsa bisa dilihat dari  keadaan museumnya. Kalau museum itu ramai akan pengunjung udah dipastikan kalau rasa ingin tahu seseorang itu besar. Perlu ada kesimbangan antara pengelola museum, dan pemerintah agar tercipta susasan tempat edukatif yang menarik sehingga masyarakat menjadi sangat berminat agar mengunjungi tempat edukatif.
Oke… daripada kelamaan, langsung aja tonton Video Log (VLOG) gue di Taman Pintar Jogja.



Oke… gimana udah nonton video gue kan? Mungkin cukup ini dulu postingan jalan-jalan gue. Makasih udah menonton video gue. Selamat bersabtu malam ya gens… Insyaallah gue masih punya stok VLOG jalan-jalan gue. Tunggu aja video gue selanjutnya ya.

No comments:

Post a Comment

Hargailah penulis dengan meninggalkan jejak. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. No SARA. Jangan komentar sesat karena Blog ini juga dibaca anak-anak dan umum. arigatou