Thursday, February 18, 2016

Explorer Punya Cerita : Museum Penangkapan Pangeran Diponegoro

Hallo gengs… gimana kabarnya? Sehat selalu kah? Buat kalian para pejuang skripsi, sudah sampe mana Gengs? Tetep semangat dan istiqomah ya ngerjain skripsinya. Jangan menyerah gara-gara ditolak pembimbing, dan jangan menyerah jika dosen belum ACC. Inget, wisuda udah di depan mata, iya kalau kalian enggak kehabisan kuota wisuda. *di lempar skripsi*


Pada postingan kali ini, gue akan mengajak kalian jalan-jalan. Gue emang sedang bikin projek Video Blog tentang jalan-jalan. Alhamdulilah, ini adalah video kedua gue. Pada postingan kali ini, gue akan mengajak kalian jalan-jalan ke Kota Magelang. Destinasi yang akan kiat tuju adalah tempat penangkapan Pangeran Diponegoro.

Gue emang sengaja ngajakin kalian jalan-jalan ke sini. Selain dapat tempat wisata, kita juga bisa belajar sejarah. Inget… Bung Karno pernah bilang,”Jangan pernah melupakan sejarah.”. Sebenarnya esensi dari kita belajar sejarah adalah agar kejadian buruk di masa lalu enggak akan terulang lagi di masa akan datang. Begitulah, kita juga perlu mengaplikasikan ilmu sejarah dalam hubungan asamara kita. Dengan belajar sejarah, maka kejadian buruk di masa lalu bersama mantan enggak akan terulang lagi di kehidupan asmara kita selanjutnya.

Oke… sebenarnya, gue udah pernah membahas Museum Diponegoro di postingan sebelumnya. Oke… sebenarnya Museum Diponegoro Magelang terletak di kantor Barkorwil Kedu-Surakarta. Dulunya di Museum Diponegoro adalah kantor karisedenan. Salah satu kamar di tempat ini menjadi saksi bisu penangkapan Pangeran Diponegoro. Dulu, pangeran Diponegoro pinter banget dalam bergerilya. Bahkan sampe membuat Belanda kualahan. Akhirnya Belanda mengadakan perundingan dengan Pangeran Diponegoro. Tapi sayang seribu sayang, janji manis itu pun harus berakhir dengan pengkhianatan. Rasanya pasti nyesek banget, udah percaya, tapi akhirnya dikhianatin juga.

Tapi… dari perjalanan gue kemarin ke museum, ada satu hal yang bisa gue simpulkan. Minat masyarakat akan museum masih rendah, Kemarin, pas gue ke museum Diponegoro, cuman gue aja yang jadi pengunjung. Sumpah, sungguh sangat ironis. Padahal di Negera Amerika, museum menjadi destinasi wajib dan museum selalu ramai dikunjungi. Berbeda dengan museum yang ada di Magelang, sepi banget. Udah seperti hati ini aja, eh.


Oke… daripada kelamaan, nih kalian bisa lihat video jalan-jalan gue kemarin ke Museum Diponegoro. Silakan ditonton, siapa tahu bisa menjadi referensi kalian jika pergi ke Magelang.




Gimana? Uudah punya gambaran kan? Oke… makasih udah baca blog gue. Mungkin ini dulu postingan gue. Terimakasih… tunggu lagi episode Explorer Punya Cerita selanjutnya ya..

12 comments:

  1. Yoi setuju banget kalo minat masyarakat indonesia itu kurang kalo ke museum, beda sama orang luar yang antusias. Keliatan itu sepi banget di videonya.

    Masyarakat indonesia mah lebih seneng ke tempat yang ga karuan daripada ke tempat yang berpendidikan haha. :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ya kesadaran dan karakter bangsa belum tumnbuh aja. Kan lebih enak ke tempat hura-hura daripada ke tempat pelajaran..

      Delete
  2. belum nonton video nih, maapke ya, buka dari henpon. tapi kalau dari pernyataannya deden soalnya sepinya museum, ini g serta merta salah masyarakat, soalnya peran pemerintah juga perlu. gue sempet ke beberapa museum, sayangnya keliatan banget ini sekedar dibersihin tanpa design2 yg apik. gue bandingin aja sama museum satwa milik jatim park group (pihak swasta) mereka bener2 mengerjakan design museum dengan baik, kelihatan apik dan ketje tentunya, kan anak2 muda jadi seneng tuh. yah semoga pemerintah sadar dengan hal ini, kasian kalau museum2 gini dilupain

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya bener juga. Perlu usaha dan cara biar bisa menarik pengunjung. Sayang museum pemerintah lebih banyak yang enggak terawat.

      Delete
  3. Agak sedih ya ngeliat kondisi museum yg sepi begini. Entah knp kalo museum yg bukan dikelola pemerintah, malah lbh rame. Mungkin krn perawatannya beda, dan biaya retribusinya jg lebih gede sih. Kalo gue liat di Jkt, museum udh mulai agak rame sih, bersaing sama art gallery :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. bener sih.. ada harga ada rupa. retribusi rata-rata cuman 3500-5000. itu yang dikelola pemerintah. beda kalo candi boroburu, 30k perorang

      Delete
  4. Sip jangan pernah melupakan sejarah :)
    btw ada suara adzan di videonya, tunda dulu recordnya :v

    ReplyDelete
  5. Museum di kota gue juga gitu bang. Sepi. Padahal untuk masuknya terbilang murah kok.
    Wajar sih kalau museumnya bisa sepi. Karena banyak banget mall mall yang berdiri disini. Orang-orang tertariknya ke mall daripada ke museum karena museum isinya kurang menarik. Menurut pengamatan gue.
    Coba deh kalau bangunannya dibikin semenarik mungkin kayak museum yang ada diluar negeri sana. Dan isi dari museum tersebut dibikin semenarik mungkin, mungkin orang-orang mungkin bakal berdatangan ke museum :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. faktor kurang menarik jga jadi masalah utama. Oleh sebab itu perlu solusi biar orang tertarik. Gue juga merasa emang museum negeri kurang begitu menarik dibandingkan dengan swasta.

      Delete
  6. masalahnya dari SD aje udah gak ada pengenalan mendalam tentang bagaimana menghargai sejarah, ataupun kurangnya kunjungan ke museum lokal. ckck

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bener juga.. kadang sejak SD atau sekolah ajarang mengadakan study tour ke tempat sejarah. kalo dulu apas SD pernah mengadakan field study ke candi Borobudur

      Delete

Hargailah penulis dengan meninggalkan jejak. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. No SARA. Jangan komentar sesat karena Blog ini juga dibaca anak-anak dan umum. arigatou