Thursday, January 28, 2016

Rencana Tuhan Itu Indah



Kata kebanyakan orang, sepandai pandai manusia membuat rencana akan lebih indah dan lebih hebat rencana yang Tuhan buat. Udah beberapa bulan ini gue jadi seorang pengangguran. Iya, sampe saat ini gue masih jobless. Sebenaranya rencana kedepannya, gue ingin lanjut sekolah lagi. Gue ingin banget bisa kuliah di Jogja. Ya mungkin karena letaknya yang deket dari rumah. Selain letak yang strategis, pertimbangan gue ingin kuliah di Jogja karena kualitas dan kuantitas mahasiswi, yang Jomblo maksdunya. *dilempar remot*.

So, universitas yang ingin gue tuju adalah UGM. You know lah, siapa sih yang enggak tahu Universitas Gajah Mungkur. Bukan!!! Gajah Mada  WOY!!! Entah kenapa gue tiba tiba ingin kuliah di sana. Gue masih inget beberapa tahun lalu, pada saat SNMPTN tahun 2011. Gue masih inget waktu itu gue enggak memasukan UGM ke dalam list di SNMPTN. Satu tahun kemudian, gue yang udah jadi mahasiswa UNS, ikutan SNMPTN lagi di tahun 2012. Waktu itu gue memasukan UGM di pilihan kedua gue. Voila, waktu itu gue lolos SNMPTN tulis dan diterima di Fakultas Kedoteran Hewan UGM. Tapi, waktu itu yang ada dipikiran gue cuman life must go on. Gue melanjutkan kuliah di Solo, dan gue enggak jadi mengambil FKH UGM. Biarlah jatah gue di FKH buat orang lain, gue mah gitu orangnya. 
 *Tahun 2012 lalu, :p

Jadi, saat ini kesibukan gue adalah memersiapkan persyaratan ujian masuk ke UGM. Beberapa syarat yang kudu gue penuhin adalah gue harus punya sertifikat test Acept dan PAPS. FYI, Acept adalah test bahasa Inggris bagi kalangan mahasiswa UGM. Kalau di UNS namanya EAP. Sedangkan PAPS adalah test Psikologi. Alhamdulilah gue udah test PAPS, tinggal test Acept. Mau enggak mau gue harus ikut test ini karena kedua sertifikat ini jadi syarat agar gue bisa ikut ujian tulis di UGM. Sebenarnya ujian tulis cuman berlaku bagi jurusan Kimia aja. Kalau kata kakak tingkat gue yang jurusan IPS, mereka enggak ada ujian tulis. Cuman ada test PAPs dan Acept aja, sumpah enak banget kan.


Singkat cerita, gue berencana akan mengambil test Acept tanggal 27 Januari. So, sebelumnya gue harus mendaftar terlebih dahulu. Pendaftaran test Acept untuk tanggal 27 dibuka setelah test Acept tanggal 20 Januari. Karena tanggal 20-an gue masih sibuk test toefl di Solo, gue mikirnya “ah daftarnya entar aja”. Sampe suatu ketika pada hari Jumat tanggal 22 Januari kemarin, gue akan mendaftar test Acept. Tapi emang belom jodoh kali yee, pas mau daftar ternyata kuota udah penuh. Rasanya sakiit banget, padahal pembukaan pendaftaran dibuka hari itu juga. Ya udah, kalo yang namanya rejeki pasti akan bertemu (*itu jodoh WOYY).

Akhirnya gue gagal ikut test Acept tanggal 27. So, gue harus menunggu lagi seminggu. Mau enggak mau gue akan ikut test Acept awal Februari, sial.

Tapi, dibalik kegagalan gue ikut test, terdapat skenario yang lebih indah. Skenario yang enggak gue duga-duga. Gue bukan jadian sama cewek, bukan… gue kena diare. Sumpah apa hubungannya diare sama  skenario Tuhan? Udah 2 hari ini gue kena diare, sumpah, pasti gue salah makan. Bisa dibayangin aja kalau gue emang beneran ikut test tanggal 27, entah apa jadinya. Bisa-bisa gue enggak konsentrasi ngerjain test gara-gara perut mules.
 *Obat Diare

Sampe sekarang, gue masih belom sembuh. Padahal besuk Jumat pendaftaran ujian Acept untuk tanggal 7 februari. Entah gue bisa ikut atau enggak. Semoga aja diare gue sembuh dan bisa ikut test Acept. Gue ingin segera move on, masih banyak hal yang perlu gue persiapkan selain test Acept. Gue masih harus belajar materi untuk ujian masuk. Padahal materi kuliah dulu udah di luar kepala semua, iya di luar kepala sampe pada lari sendiri. So, sambil mengisi kekosongan hati saat ini, eh maksud gue kekosongan status mahasiswa, gue belajar mengingat kembali materi  yang pernah gue dapetin pas kuliah dulu. 

Ya mungkin ini dulu tulisan gue hari ini. Entah kenapa gue juga ingin kembali konsisten dalam menulis. Beberapa waktu ini gue merasa kurang produktif dalam ngeblog. Entah kenapa gue bisa jadi seperti ini, apakah ini gara gara gue kelamaan jomblo? Entah apa hubungannya jomblo dengan ketidak konsistenan gue, sepertinya enggak ada. Gue berencana akan berbagi cerita setiap malam di blog gue. Doakan ya gengs semoga gue bisa konsisten. Sampe jumpa dengan tulisan gue selanjutnya. Dan Doakan biar diare gue sembuh.

2 comments:

  1. Yosshh. Semoga tetap bisa konsisten ya mas. Dan semoga apa yang diharap-harapkan bisa segera terwujud \o/

    ReplyDelete

Hargailah penulis dengan meninggalkan jejak. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. No SARA. Jangan komentar sesat karena Blog ini juga dibaca anak-anak dan umum. arigatou