Loading...

Traveling Report: Mangkunegaran Palace

Sabtu telah tiba, enggak terasa malam minggu bakal datang lagi.  Sebagai anak kos yang jomblo, gue enggak masalah gara-gara enggak male...


Sabtu telah tiba, enggak terasa malam minggu bakal datang lagi.  Sebagai anak kos yang jomblo, gue enggak masalah gara-gara enggak malem-mingguan. Tapi,gue merasa kesepian saat malam minggu. Kesepian karena anak-anak kos pada pulang, dan kos berubah jadi kuburan. Cuman ada gue dan sohib gue yang masih stay di kosan. Weekend ini gue emang enggak pulang, karena minggu depan kan liburnya double, jadi gue pulang kampung minggu depan aja. Tapi, sohib gue, Erwan enggak balik karena kemarin baru aja balik Bekasi.


Udah lama banget enggak traveling. Rutinitas dan kesibukan skripsi  membuat gue jarang banget traveling. (*skripsi,maaf kamu jadi kambing hitam yak!). Meskipun mau traveling, tapi mau ke mana, sama siapa? Mau jalan-jalan di Solo, shampir semua objek sejarah di Solo udah semua gue kunjungi, kecuali satu. Iya gue belum pernah mengungjungi keraton Mangkunegaran. Padahal udah  4 tahun di Solo tapi belum pernah masuk ke Mangkunegaran, cuman melihat dari luar aja. Baik, udah diputuskan, Keraton Mangkunegaran adalah destinasi traveling kali ini.

Setelah mandi, sekitar jam 10, gue dan Sohib gue cus ke Mangkunegaran, tepatnya di daerah Ngarsopuro. Matahari mulai memancarkan panasnya bahkan suhu udara di kota Solo mendadak panas banget.Tapi, masa bodohlah daripada jadi fosil di kosan, mending main dan kepanasan. Sampe daerah Ngarsopura, gue bingung. Sebenarnya dimana sih pintu masuknya. Setelah muter-muter dan tanya sama orang sekitar situ, ternyata pintu masuknya terletak di lapangan deket Ngarsopura. Maklum aja, di Mangkunegaran enggak terlihat seperti objek wisata dari luar. Tanpa menunggu lama, kamipun masuk.
*Keraton Mangkunegaran

Hanya dengan membayar 10 ribu, gue udah dapet tiket masuk dan dapet pemandu wisata. Ya,itung itung murah 10 ribu untuk wisatawan domestik. Dan yang jelas lebih murah dari keraton Kasunanan Solo. Sebenarnya gue udah sering banget liat keraton Mangkunegaran sejak jaman SD. Foto Keraton mangkunegaran pasti selalu menghiasi buku-buku bahasa Jawa  pas SD. Tapi gue bener-bener enggak nyangka, bisa datang langsung ke sini.


Di Keraton Mangkunegaran, gue disuguhi Pendopo dan limasan yang megah yang berlantai marmer. Gamelan Jawa yang tiap Malam Sabtu Pon dimainkan masih tertata apik di pendopo keraton Mangkunegaran. Disini , mas Guide memberikan informasi bahkan sering kali mengajak diskusi. Selain disuguhi dengan informasi sejarah, kamipun diajak melihat koleksi Raja Mangkunegara seperti topeng, perhiasan, barang-barang eropa. Dan gue juga diperlihatkan singgasana raja Mangkunegara. Tapi sayang, di sini gue enggak diperbolehkan mengambil gambar dikarenakan ruangan satu ini adalah ruangan pribadi raja yang dianggap sakral. Kadang-kadang bau dupa dan menyan masih tercium kuat banget. Kata mas Guide, emang di sini masih melakukan tradisi dan masih memberikan sesaji.
*Sudut Keraton Mangkunegaran

Setelah muter-muter, gue enggak lupa foto-foto. Tapi sayang, gue cuman diperbolehkan foto di luar keraton aja. Tapi enggak apa-apa, yang penting gue udah pernah ke Keraton Mangkunegaran. Alhamdulilah, meski matahari bersinar terik, tapi setidaknya gue banyak banget informasi dan dapet ilmu yang bermanfaat. Ada beberapa ilmu yang gue dapat dari diskusi bareng mas Guide.

“Sebenarnya masalah perpecahan dan perebutan tahta yang terjadi udah ada sejak lama sejak jaman nenek dan leluhur, apalagi masalah Harta, tahta, Wanita.Ketiga faktor ini merupakan masalah kaum lelaki. Emang benar, dibalik Laki-laki yang hebat ada wanita yang hebat pula, begitu juga dibalik laki-laki yang koruptor ada wanita yag selalu menikmati hasil curian suaminya.”


Ya seperti inilah kehidupan weekend gue. Meskipun gue jomblo, tapi setidaknya gue bisa mensyukuri dan menikmati hobby traveling gue ini.

Traveling 6140799361467277631

Post a Comment

Hargailah penulis dengan meninggalkan jejak. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. No SARA. Jangan komentar sesat karena Blog ini juga dibaca anak-anak dan umum. arigatou

emo-but-icon

Home item

dapatkan update

Random Posts

Blog Archive

Statistik

free web hit counter

Followers