Monday, July 28, 2014

23 Mei 2014 #2 (Lomba)




Matahari pagi menghiasi  Jogja. Udara dingin berubah menjadi hangat. Jiwa-jiwa yang sepi perlahan tapi pasti mulai ramai. Lalu lalang insan manusia menambah kesan romantis Jogja. Becak-becak dan kendaraan berjalan dengan teratur seiring bergantinya lampu merah ke hijau. Yap, itulah Jogja.

“Udah lama mas nunggunya?” kata salah satu mahasiswi berbaju hijau.
“Baru aja nyampe kok mbak. Lha yang lain mana?”
“Sebentar baru ditelpon, ceweknya cuman satu aja ya?”
“Iya, emang satu cewek, empat cowok.”
“…”


Guepun cuman bisa nunggu jemputan panitia. Haduh, kondisi perut lapar pula. Belum sarapan Guys. Guepun bersandar pada pagar besi stasiun sambil ngobrol dengan kedua panitia ini. Kalo dilihat dari wajahnya pasti dia seangkatan sama gue. Iya, tampang-tampang yang udah mulai keracunan tugas akhir. Guepun nekad bertanya. 

“Mbaknya angkatan berapa ya?”
“Baru masuk tahun ini mas.”
“Owh… angkatan muda ya..”
“…”

Guepun shock. Sumpah gue kira dia seangkatan sama gue. Kalo dilihat wajah dan suaranya mirip temen gue di kampus. 

“Jar… ternyata angkatan dibawah kamu.” Kata gue.
“Iya mas… kita kerjain aja gimana?” kata Fajar.
“Hus… masih Maba.”
“…”

Enggak lama kemudian panitia yang lain datang dengan motor mereka. Guepun segera naik motor. Acara akan segera dimulai setengah jam lagi. Enggak mau kan, dateng telat. Oke… pas naik motor, gue merasa ada yang kurang. Gue sempet mikir, apa ada yang kurang? Tas udah bawa, baju udah rapi. Tapi tunggu dulu, gue enggak pake helm. Wew… ini kan Jogja. Entar kalo di jalan kena razia dan di tilang Polwan gimana? Entar gue diinterogasi.


“Selamat Pagi… kamu tau kesalahan kamu apa?” Tanya mbak Polwan.
“Emang saya salah apa mbak?” gue berlagak bego.
“Kamu itu enggak PEKA!” tiba-tiba nada Mbak Polwan jadi minor.
“Loh.. emang salah apa mbak?”
“PIKIR aja Sendiri!!!”
“Loh emang saya salah ya mbak?” gue semakin bingung.
“HUH DASAR COWOK emang sama aja.” Mbak Polwan membuang muka dan ninggalin gue.
Gue dan panitia yang ditingal cuman bisa tiduran di zebracross.

Hahaha, itu sih cuman khayalan gue. Efek kebanyakan nonton FTV. Enggak apa-apa, lebih baik nonton FTV daripada jadi korban CHSI. Atau jadi korban nonton GGS.

Back to story…

Gue dan temen-temen gue tetep nekad naik motor tanpa helm. Kata mas-mas panitia enggak apa-apa. Lewat kampung lebih aman. Oke deh… gue cuman bisa baca Al Baqarah sepanjang perjalanan ampe mlut berbusa.

Enggak lama kemudian gue nyampe di lokalisasi, eh maksud gue lokasi lomba. Guepun turun di parkiran motor. Dan gue ditinggalin gitu aja sama mas-mas yang nganter. Kamfret… kenapa gue selalu ditinggalin sih. Emang salah gue apa. Masih ada waktu beberapa menit. Gue dan anak-anak cowokpun mulai mencari dan mencari. Bukan mencari gadis-gadis Jogja buat dibawa balik ke Solo, tapi nyari di manakah Kantin. Gue udah enggak kuat, laper benget.

Setelah muter-muter, akhirnya nemu kantin. Emang kecil, tapi seenggaknya ada makan besarlah. Alhamadulilah, udah kenyang.
Gue dan anak-anak pun masuk ke  lokasi lomba.

Masuklah gue di lobi. Udah banyak banget peserta yang datang. Mereka udah mengisi meja-meja stand yang udah disediakan. Guepun penasaran, kenapa mereka membawa prototype? Bukankan ini lomba Karya tulis? Apa perlu contoh media? Pikiran gue mulai galau. Gue tetep berfikir positif aja. 

Gue dan Res duduk di kursi yang udah disediakan. Guepun mulai ngelirik di meja adik tingkat gue, Fajar. Dia ngeluarin media. Oke… fix, akhirnya gue sadar kalo judul lomba kali ini adalah “Lomba Media Pembelajaran”, bukan Lomba Karya Tulis.

Gue nangis sekenceng-kencengnya dipangkuan mbak-mbak panitia. Kamfret… gue pun cepet-cepet nyari printer. Untung aja semalem udah ngelembur bikin desain media. Tinggal print aja. Coba aja semalam belum bikin, pasti bakal terjadi kerusuhan 98 deh.

Yang jadi masalah, gue enggak tau tempat ngeprint disini. Guepun nekad nanya sama panitia. Setelah dijelasakan panjang lebar, tempat printer terdekat ada di luar kampus. Oke, gue buru-buru lari ninggalin mbak-mbak panitia.

“Mas… mas…” teriak salah satu mbak panitia
“Ada apa mbak? Kok manggil. Kangen ya?”
“Jauh loh mas… saya antar aja ya?” kata mbak panitia.

Sekali mendayung dua pulau terlampaui. Mimpi apa semalem coba. Tanpa mikir panjang gue setuju aja. Ah.. pret.. lah dilihat orang. Kan enggak kenal. Masa cowok duduk dibelakang? Ah… masa bodoh ini keadaan darurat. Masa jauh-jauh dari Solo harus gagal sebelum bertanding. Kayak ditolak cewek sebelum nembak aja.

Guepun segera ngeprint media. Enggak apa-apalah yang penting kalo ditanya, “Medianya mana?” tinggal keluarin aja. Bilang aja, ini cuman prototype. Oke… masalah terselesaikan dan gue balik ke stand.
 *Media kelompok gue

Gue dan temen gue mulai berdiskusi dan menyamakan pendapat. Sampe di sana, tiba-tiba salah satu panitia menghapiri kami. Gue bingung, jangan-jangan tadi jasa ojek dan gue belum bayar. 

“Mas…terjadi perubahan lomba.” Kata panitia
“Perubahan gimana ya?” jawab gue penasaran.
“Nanti presentasi di luar sini, di stand mas. Enggak jadi di dalam.”
“Emang kenapa?” gue makin penasaran.”
“Di dalem buat olimpiade mas… masa gak tau. Cowok itu harus peka.”
“…”

Tak lama kemudian, para dari pintu datanglah rombongan anak-anak SMA. Yap, mungkin mereka lagi mau ikut olimpiade dan lomba juga. Mereka  mulai mendatangi stand-stand media. Pertanyaan demi pertanyaan mereka tanyakan. Guepun menjawab dan menjelasakan dengan sabar. Layaknya seorang guru yang menjelaskan materi pembelajaran. atau layaknya seorang cowok yang menjelaskan kesalahan di depan pasangannya.

Tiba-tiba datang seorang ibu-ibu yang bertanya. Gue pun udah capek, jadi gue jawab asal-asalan aja. Semakin lama pertanyaan ibu ini makin tajam. Gue curiga kalau ibu-ibu ini bukan guru SMA yang nganterin muridnya. Tapi masa bodohlah. Yang penting gue jawab. Akhirnya ibu-ibu ini udah selesai tanya dan pergi ke kelompok selanjutnya.

Enggak lama kemudian datang wanita dengan papan tangannya. Kalau dilihat dia masih sangat muda. Dengan cincin di jari manisnya menandakan kalau dia dosen. (Apa hubunganya coba).Wajahnya juga lumayan, oke. Skip aja. 

“Ini dari UNS ya?” tanya wanita muda dengan ramah.
“Iya benar sekali Bu.” Jawab gue.
“Coba bisa jelaskan tentang media yang kamu buat”
“…”

Oke, gue yakin kalau beliau ini  juri yang lagi nilai. Dilihat dari penampilan dan pertanyaan yang diberikan. Kamipun menjelaskan dengan sebaik-baiknya. Enggak kayak penjelasan yang sudah-sudah. Oke, gue jadi ingat ibu-ibu setengah tua yang kritis tadi. Gue melirik ke kelompok sebelah. Gue cuman bisa mangap-mangap. Ternyata ibu-ibu yang pertama tadi emang juri. Ibu-ibu tadi juga bawa papan di tangan. Pantes aja, pertanyaan yang dilontarkan tadi kayak pertanyaan sidang skripsi. Ngeri banget! Padahal gue aja belum pernah ngerasain yang namanya sidang skripsi. Akhirnya gue beli tiket dan nangis di pangkuan Syahrini.

2 comments:

  1. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
  2. Maaf numpang dulu, Bagi yg mau income hingga Rp 3,000,000 atau lebih, per-hari tanpa modal…Daripada kita ber FB, ber-wechat, whatsapp n bbman tp gak menghasilkan..Saya mau berbagi 1 program yg bisa buat duit sampingan. Free register tnpa dikenakan biaya. Tiada modus penipuan (kalau Anda rasa program ini bohong…Anda gak rugi apa2 juga, Anda gak keluar modal pun kan?). Anda hanya perlu buka link di bwh dan register sebagai member. Sesudah register Anda langsung dpt $25 x 10,000 = Rp.250,000..kemudian Anda akan dapat link Anda sendiri spt saya di bwh. Apa lagi Anda copy link Anda sendiri dan paste di fb, twitter, chat dan sbgnya. Setiap org yg buka link Anda dan Register, Anda akan menerima upah sebesar $10 x 10,000 = Rp.100,000 , mudahkan..? Perusahaan ini membayar kita sbg pengiklan untuk meningkatkan trafic situs webnya setiap hari. Pencairan duit Anda bisa pilih, duitnya mau ditransfer ke rekening bank atau cek yang akan dipos langsung ke alamat rumah Anda. Tunggu apa lagi register skrg link di bawah dan mulai berbagi. Selamat mencoba dan menikmati duit gratis dari pengiklanan trafic. ini linknya klik:
    http://WeeklyYouthPay.com/?ref=149450

    ReplyDelete

Hargailah penulis dengan meninggalkan jejak. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. No SARA. Jangan komentar sesat karena Blog ini juga dibaca anak-anak dan umum. arigatou