Saturday, December 14, 2013

Kecerobohan Manusia?


Konbanwa… Dipertengahan akhir taun ini gue pingin ngepos di blog gue ini. Ya… secara hari ini gue enggak pulang ke rumah. Minggu kemarin udah mudik. Berhubung cowok seganteng gue enggak ngapelin cewek, jadi gue nulis diblog. #JonnEs#TunaAsmara#Modus.

Sabtu Malem ini, gue juga enggak keluar dari kos. Tadi seharian kunjungan ke BEM PIP UNY, Jogja. So badan gue capek. Ditambah lagi dari tadi sore hujan turun dengan derasnya. Rasanya para TunaAsmara sedang senang sekali. Soalnya, doa kaum Jomblo Ngenes dan TunaAsmara terkabul Hujan di Sabtu Malam. Sory, gue dan kaum tunaAsmara enggak mengenal Malem Minggu. Malem Minggu cuman buat yang punya pacar, Yang punya Selingkuhan.


Oke cukup ngomongin Jones. Karena si Bintang FTV kesayang gue, Sharena baru aja nikah sama rekan FTVnya, gue akan ngebahas tentang kecelakaan. Oke Nu… terus apa hubungannya? Enggak ada kok.
 *Pernikahan Syarena

Beberapa waktu kemarin dihebohkan dengan tragedi Bintaro. Tragedi kecelakan antara kereta api dan truk pengangkut BBM. Gue juga sempet shock setelah melihat berita itu. Ditambah lagi dengan kemunculan  Satria Baja Hitam yang bikin nyesek. Hahaha. Sumpah norak banget deh.
 *Kamen Rider kesiangan

Sebenarnya, sebelum kejadian Bintaro terjadi, gue juga hampir ngalamin hal yang sama. Jadi ceritanya kayak gini.:

Minggu kemarin, gue pulang kampung karena kangen rumah. Hari Minggu siang gue balik ke Solo (lagi). Seperti biasa, dari Magelang ke Solo gue naik Bus Eksekutif jurusan Surabaya. Sebut saja BUS EKA (Nama tidak disamarkan). Setelah bus berangkat, gue enggak bisa tidur di kursi bus. Soalnya gue kedapetan duduk sama bapak-bapak. Ditambah lagi, belakang gue ada 2 mbak-mbak Dokter. Lumayan sob, enggak jelek-jelek amat. Tapi… di sepanjang perjalanan Jogja-Solo, kedua dokter ini banyak omong. Sepanjang perjalanan cuman curhat, enggak lama kemudain mulut kedua mbak-mbak dokter ini ngeluarin busa.

Sampe di Klaten, tepatnya diperlintasan kereta api dekat Stasiun klaten. Bus melewati rel kereta api yang juga dilalui kendaraan lain. Tiba-tiba suara sirine berbunyi dengan nyaring, yang jelas Syarini enggak lewat. Sirine yang berbunyi menandakan kalo kereta api akan lewat dari arah Jogja. Palang sepur mulai ditutup, tapi Bus yang gue tumpangin nekad nerobos aja. Akhirnya pintu palang enggak jadi ditutup. Sampe di perlintasan rel, gue melihat ke arah jendela. Terlihat lampu kelap-kelip mendekat dari jarak 1KM. Lampu itu berasa  enggak lain adalah kereta api. Dari dalam bUs mulai terdengar suara penumpang yang  mulai Galau.

“Pak… mbok ada kereta… berhenti, jangan nekad..!!!”

Sopir bus tetep nekad, akhirnya bus yang gue tumpangi melewati perlintasan kereta. Setelah itu palang kereta api ditutup. 

Enggak sampe di situ aja,  Bus melanjutkan perjalan ke Solo. Sampe di Baypas yang masih terletak di Klaten, sampe juga di perlintasan kereta api lagi. Tepatnya di Baypass Klaten. Suara Sirine kembali berbunyi, tanda kalau kereta api akan segera lewat. Palang kereta akan segera diturunkan. Pas palang baru turun 1/3, tiba-tiba bus yang gue tumpangi langsung menerobos palang yang akan ditutup. Langsung aja dari dalam bus terdengar jeritan dan makian kepada pak Sopir bus Eksekutif ini. Setelah  bus melewati palang, kereta langsung lewat. Sumpah,kalo  10 detik telat, bisa-bisa jadi apa gue. Gue perhatian si oknum sopir ini masih muda. Enggak kaya sopir bus Eka yang lain, rata-rata seumurans ama bokap gue. Si Oknum masih tergolong muda. Kal dilihat umurnya masih 30tahunan. 

Akhirnya, gue bisa sampe kos dengan selamat.  Setelah itu muncul berita di TV kalo terjadi tebarakan kereta di Bintaro.

Ya… masih banyak kejadian ekstrem yang membahayakan nyawa. Sebenarnya tragedi kecelakaaan kereta itu bukan salah masinis atau penjaga palang kereta. Tapi karena kecerobohan pengguna jalan. Kecerobohan dan kegoblokan orang yang enggak mau sabar. Alesannya nanggunglah, kereta belum lewatlah, kebelat bokerlah. Ntar diputus pacarlah. Sumpah, kayak pecun aja.
 *Punya nyawa cadangan

Enggak cuman itu aja, masih banyak kecelakaan yang diakibatkan kebodohan, ketololan, kegoblokan pengguna jalan yang kurang sabar. Kayak di lampu merah, karena sepi, nanggung, tancep gas aja. Akhirnya dari arah yang lain muncul kendaraan. Orang-orang bego kayak gini mending dibuang aja. Cuman jadi sampah masyarakat. 

Sebagai manusia yang punya akal, dan pikiran sebaiknya kita pake pikiran kita. Pemerintah udah berusaha memaksimalkan safety buat kita, kayak bikin lampu lalulintas, palang kereta api, dan tanda-tanda dengan tujuan keselamatan. Kita juga harus mematuhi. Jang seudelmu sendiri. Pikirkan juga keselamatan orang lain.
 *Akibat nerabas lampu merah...

Oke.. ini aja dulu postingan di Sabtu malem. Semoga bisa menemani malam-malam kejombloan TunaAsmara. Makasih udah mau baca tulisan gue ini.

13 comments:

  1. wahh serem juga tuh cerita'a pas naik bis Eka, untung ga papa gan.. :D
    tapi ane salut itu bis masih bisa jalan pas kereta mau lewat, soal'a kemaren truk tangki udah ga bisa nge gas lagi pas kereta mau lewat.. :D

    ReplyDelete
  2. Orang Indonesia emang pada adrenaline junkies.
    Sama nih topik bahasan pos terbarunya. Jangan-jangan kita bukan jodoh.

    ReplyDelete
  3. serem bang. gua juga pernah kayak gitu. tapi gak nerobos, malahan kejebak macet ditengah tengah rel dan sirine berbunyi..

    -______-v

    ReplyDelete
  4. gambar palang kereta.. :D
    hati-hati aja gak cukup aman dari orang yang gak hati-hati. :D

    ReplyDelete
  5. Tak bisa dipungkiri, karakter orang indonesia banyak yang mempunyai jiwa pemberani. Walau itu terlihat salah kaprah. :))

    ReplyDelete
  6. kamu naik EKA? Wah selevel tuh sama Sumber Kencono, benar2 ngerieww karena sopir busnya super nekat. beruntung ya kamu selamat

    ReplyDelete

Hargailah penulis dengan meninggalkan jejak. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. No SARA. Jangan komentar sesat karena Blog ini juga dibaca anak-anak dan umum. arigatou