Loading...

Pentingnya Budaya Antre..

Hallo para bloger yang berbahagia dan para tuna asmara yang belum menemukan pasangannya. Setelah jarang posting, akhirnya Gw bisa nyempati...

Hallo para bloger yang berbahagia dan para tuna asmara yang belum menemukan pasangannya. Setelah jarang posting, akhirnya Gw bisa nyempatikan menulis coretan yang sangat bermanfaat bagi nasib PBB dan umat manusia dimanapun kalian berada. Beberapa hari ini Gw lagi dilanda penyakit langka yang hanya diderita oleh orang pilihan. Penyakit Gw adalah masuk angin. Yap bener banget, Masuk angin hanya diderita oleh orang-orang tertentu termasuk raja-raja Majapahit. Penyakit ini langka karena tidak semua orang menderita masuk angin. Coba aja kalian lihat Barack Obama, pasti
tidak pernah kena penyakit yang namanya masuk angin.

Back to the story, Pernahkan kita melihat bebek? Yap, kenapa harus bebek, kenapa tidak ayam kampus (apa maksudnya), babi, anjing. Soalnya Gw milih analogi pake bebek, karena bebek itu memiliki sifat yang tidak dimiliki manusia yang hobinya nyerobot dan tidak mau antri. Bener banget, tadi pagi, ketika mau sarapan aku menemukan hal yang serupa. Hal yang dilakukan oleh mahasiswa nista dan bejat. Bisa kalian bayangkan kalau yang namanya makhluk berpendidikan tinggi kaya gini gak punya etika. Hobi nyerobot padahal situasi tidak mendesak.







Langsung aja Cerita berawal ketika Gw dan temen kos mau sarapan. Maklum saja hari ini adalah hari sabtu atau hari weekend buat mahasiswa. Kalau weekend kaya gini susah buat nyari warung karena para penjual makanan tau kalo mahasiswa pada pulang ke habitat mereka masing-masing. Kalau mereka membuka warung mereka ditakutkan para penjual makanan bakal ngebakar kios mereka karena tidak ada mahasiswa yang membeli makanan mereka.


Back to the story, Gw beli gudeg seperti biasa di gerbang belakang. Sesampai di gerbang belakang, ada penampilan yang jarang terlihat. Banyak sekali bapak-bapak dan ibu ibu yang antre dan ada yang sedang makan. Setelah beberapa detik loading, Gw baru inget kalau Sabtu dan Minggu jadwal kuliahnya Pasca sajana. Pantes saja yang kuliah bapak-bak dan ibu ibu, biasanya kan mahasiswa yang masih muda-muda...


Karena Gw adalah tipe cowok yang penyabar, gw rela antre sama bapak-bapak pasca sarjana karena beliau pada dikejar waktu buat kuliah. Jadi GW maklum saja. Tiba-tiba datang 2 mahasiswa cewek alay sekaligus nista datang dengan motor berplat polisi AA 5XXX XC, atau plat daerah Purworejo datang. Tiba-tiba datang dan menyusup di sampingku.

Singkat cerita, setelah bapak-bapak dan pasca sarjana sudah selesai di layani, tinggal giliranku, dan pembeli lainya yang ngantri setelah mahasiswa pasca sarjana. Ibu-ibu penjual Gudeg nanya, Sekarang giliran siapa dulu? Tiba-tiba , dua orang mahasiswa cewek yang nerobos di sampingku, dengan nistanya bilang, “ Saya dulu Bu” WTF???? Its is so Kampret You Know. Padahal 2 mahasiwi nista ini tau kalau Gw lebih dulu datang. “Apa gak punya mata ini orang” dalam hati gw mikir. Setelah berdebat, akhirnya ibu penjual melayani si Cewek Bejat dan Nista ini. Sumpah Gw pingin marah-marah sama cewek bejat ini, tapi demi menjaga citra Gw sebagai cowok yang penyayang dan ganteng di seluruh jagad lelembut, Gw mulai mengurangi emosi Gw. Rasanya pingin ngambil Kwali penjual gudeg dan aku pecahin di kepala 2 cewek bejat ini.

Sumpah mahasiswi ini apa gak punya malu? Kalu cantik gak papa, tapi.... ( bisa kalian terusin sendiri. Akhirnya setelah dilayani, Mahasiswi ini pulang dengan bejatnya.

Dari cerita gw tadi bisa kalian bayangin, betapa pentingnya budaya antre. Jika kalian melihat bebek atau semut,pasti mereka bakal antre. Mereka tidak akan maen serobot aja. Makhluk ber- in TELEKtual ini gak tau budaya antre. Pantas aja Indonesia gak bisa maju.


Jika kita bisa mencontoh Jepang, maka kita kan bisa bangkit dari keterpurukan negeri ini.( Bahasane sok politik) memang bener. Ketika terjadi Tsunami di Jepang beberapa tahun yang lalu Gw sempet tercengang. Mereka masih mengamalkan budaya antre ketika mereka sedang menunggu mendapatkan bantuan makan dari relawan. Mereka tidak saling berebut makanan.



Hal ini berbanding terbalik dengan kita. Bisa kalian lihat di TV, banyak sekali kerusuhan ketika pembagian zakat, pembagian BLT yang menyebabkan orang pingsan, kematian kadang mereka juga berebut dan tidak mau mau antree untuk mendapatkan hati Gw.. Sangat kontras sekali dengan Jepang.




Apa yang membuat berbeda? Padahal negeri Jepang dan negeri kita sama-sama lahir di tahun yang sama yaitu tahun 45. Memang, tapi di tahun 45, Jepang di bom atom sampai luluh lantah layaknya sapi kawin. Indonesia tanggal 17 Agustus 45 juga lahir. Kita sama-sama dari nol. Tapi bisa kalian lihat, kenapa Jepang lebih unggul dari kita? Jepang menjadi macan Asia? Sedangkan kita masih sibuk ngurusi korupsinya Angelina Sondaks dan kawan-kawannya.


Penyebabnya hanya satu, yaitu kebudayaan, di Jepang masih menjunjung tinggi budaya mereka. Mereka masih menjunjung tinggi budaya Antre. Seandainya setiap Bangsa Indonesia mau dan menjunjung Antre dan tidak main serobot kaya kebo, Insyaallah Indonesia akan sedikit mengalamai perubahan kearah kebaikan.

Main nyelonong dan nyerobot boleh asal dalam keadaan mendesak. contohnya saja, kalian sedang mencr*t dan tidak mau berhenti. Kalian harus periksa ke dokter. Sampai di sana, banyak pasien yang antre. Mau tidak mau kalian harus nyelonong. Karena kalu kalian telat 1 menit saja, mungkin kalian akan kehilangan cairan dan akan menimbulkan hal negatif lainya.

Maka Gw sebagai anak muda dan sebagai duta Antre Anak Kos seluruh Apartan 38, mengajak kalian semua baik anak kecil, tua, almarhum untuk memulai dari hal kecil seperti mau antre dan tidak main nyelonong aja. Boleh nelonong asalakan dalam keadaan yang mendesak dan dan tidak bisa ditunda lagi. Gw pesen, mulailah lakukan perubahan keil untuk negeri kita tercinta ini.


nasionalis 7992129788381881279

Post a Comment

  1. Mungkin karena dulu Jepang termasuk negara yang kalah perang, sehingga faktor keteraturan demi membangkitkan negaranya sangat kental hingga sudah mendarah daging. Berbeda dengan negara yang menang perang.

    Ada seorang teman yang berkata "Kalau sudah diatas pasti seseorang malas untuk turun lagi kebawah".

    Sebaiknya pendidikan mengenai hal-hal umum ini dimulai dari dini dan dari diri sendiri, supaya tidak malah menjadi kebudayaan yang membuat kita semakin miris melihat negara sendiri.

    ReplyDelete
  2. Puyeng bacanya mas bos.. Saran: dibikin paragraf yang lebih rapi. Just in my humble opinion.. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya maksaih saranya bro :) soalnya ini pake tampilan Blogspot yg baru jadi agak susah jeh

      Delete
  3. Nyasar kesini, wah seru nih artikelnya nyampein pesan dengan dengan cara yang simple dan gak berat :)

    Dan... bener tuh kata yang diatas, paragrafnya ngerengkep, kurang rapi hehehe tapi suka sama deh sama blog dan artikelnya :)

    ReplyDelete
  4. Sebenernya budaya kita udah bagus , tapi mungkin kehilangan jati diri aja . pernah liat gk bule yang sedang berkunjung di sekitar candi mereka ingin meniru budaya ,dengan memakai pakaian sarung + kaos oblong ,dan dengan ramahnya tersenyum menyapa orang yang di dekatnya .
    na ini yang mulai luntur termasuk budaya antri . dalih meniru modrnisasi malah nggak nyadar kalo local genius sangat tinggi nilainya .

    ReplyDelete
  5. Bener. Mau nikung pacar orang aja pake antri dulu, kok. #eh :p

    ReplyDelete
  6. kampret gue dibilang tuna asmara.. wkwkwk sebenernya betul juga sih.. #Lanjut Galau, Makan beling, Minum baygon.. wkwkwkwkwki

    ReplyDelete

Hargailah penulis dengan meninggalkan jejak. Silakan berkomentar dengan baik dan sopan. No SARA. Jangan komentar sesat karena Blog ini juga dibaca anak-anak dan umum. arigatou

emo-but-icon

Home item

dapatkan update

Random Posts

Blog Archive

Statistik

free web hit counter

Followers